Menjaga Berat Badan Ibu Hamil Agar Tetap Ideal Selama Masa Kehamilan

By | August 10, 2017

Ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk mengatur berat badan supaya tetap berada pada kondisi ideal dan tetap menjaga pola makan dengan gizi cukup serta seimbang. Peningkatan berat badan ibu hamil di trimester pertama memang cukup sedikit, tidak naik atau bahkan berkurang karena mengalami muntah-muntah. Peningkatan berat badan yang sangat pesat terjadi ketika memasuki trimester 2 dan 3, pada periode inilah haarus dilakukan pemantauan ketat terhadap berat badan.

berat badan ibu hamil

Banyak anggapan yang mengatakan bahwa ibu hamil makan untuk dua orang menjadikan para ibu hamil makan dengan porsi yang lebih banyak, sehingga akan terjadi penumpukan kalori dan sisa asupan energi. Sedangkan kebutuhan makan ibu hamil sebenarnya hanya naik rata-rata 10 hingga 15 persen. Setelah persalinan, ragam komplikasi juga akan terjadi. Infeksi setelah persalinan akibat banyaknya pembuluh darah ibu hamil yang tersumbat kerapkali terjadi. Disamping itu, lemak yang berlipat-lipat pada lapisan kulit merupakan media yang mudah untuk tumbuhnya kuman sehingga infeksi juga sangat mungkin terjadi.

Mengetahui Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil Yang Wajar

Kenaikan total berat badan selama kehamilan, standarnya berkisar antara 12 sampai 15 kg, sedangkan saat memasuki trimester 2 janin tumbuh pesat dengan pertumbuhan kurang lebih 10 gr per hari. Dengan rincian minggu ke 16 sekitar 90 gr, minggu ke 20 sekitar 256 gr, minggu ke 24 sekitar 680 gr, dan minggu ke 27 sekitar 900 gr. Berat badan ideal calon ibu ketika awal kehamilan berkisar antara 45 sampai 65 kg. Berat badan calon ibu yang kurang atau berlebih akan berisiko baik kepada ibu ataupun bayi yang dikandungnya.

Overweight atau berat badan berlebih memang berdampak negatif pada ibu dan janin yang dikandungnya baik ketika hamil, persalinan, ataupun setelah persalinan. Selain itu, ibu juga berisiko mengalami hipertensi dan terkena diabetes.  Risiko lainnya, plasenta yang berfungsi mensuplai oksigen akan menyempit karena banyaknya lemak, hal ini bisa  menghambat pertumbuhan bayi. Terhambatnya suplai oksigen bisa  merusak sel-sel otak janin sehingga mengakibatkan kecerdasan buah hati Anda menjadi berkurang. Kemungkinan buruk lainnya, janin bisa mengalami gangguan paru-paru ataupun terlahir obesitas.

Untuk ibu hamil yang mengalami overweight disarankan untuk jalan kaki di pagi hari atau berenang, dimana selain membuat ibu sehat juga bisa membakar kolesterol dan lemak dalam tubuh. Yang harus diingat jangan melakukan olahraga berat seperti jogging ataupun olahraga keras lainnya sebab akan membahayakan janin. Disamping itu akan mengakibatkan penghancuran lemak terlalu drastis dan mengakibatkan keton lemak meracuni janin. Begitu pula kondisi underweight juga berisiko dimana pertumbuhan bayi akan terhambat, ancaman kelahiran prematur serta risiko cacat pada bayi akan lebih besar.

Hal yang harus diperhatikan oleh para ibu hamil yaitu makan makanan bergizi yang memenuhi syarat dengan gizi seimbang, tidak  merokok, tidak minum alkohol, tidak minum obat-obatan yang tidak perlu dan istirahat yang cukup. Hal lain yang harus  diingat ialah asam folat yang terpenuhi, jika kekurangan akan berisiko terjadinya spina bifida yaitu kondisi dimana terganggunya penutupan medula spinalis. Pada ibu yang underweight, kenaikan berat badan yang disarankan adalah 0,5 kg setiap minggu.

Para ibu hamil harus mengkonsumsi karbohidrat, protein atau asam amino; vitamin dan mineral, serta enzim cukup yang dibutuhkan untuk memaksimalkan proses penyerapan nutrisi oleh tubuh sehingga asupan nutrisi ibu ketika hamil bisa terpenuhi. Pada ibu yang normal dan obesitas kenaikan yang disarankan adalah lebih kecil, masing-masing 0,4 dan 0,3 kg setiap minggu. Pada kondisi overweight yang daapt dilakukan adalah tetap menjaga pola makan dengan gizi cukup dan seimbang.

Selain itu jauhi makanan pemicu gula darah tinggi seperti makanan yang manis-manis, berlemak, goreng-gorengan, dan makanan berkolesterol tinggi. Makanan berserat dan buah-buahan segar sangat disarankan karena dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama, selain mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Pembatasan kalori masih  menjadi kontraversi sebab di sisi lain, janin membutuhkan nutrisi lebih dimana pengurangan kalori ditakutkan akan mengganggu perkembangan janin.

Cara Menaikkan Berat Badan Ibu Hamil

Jika ada anggapan bahwa Ibu hamil harus makan dengan porsi lebih banyak karena sedang berbadan dua maka Anda jangan mempercayai itu. Di saat hamil, ibu hamil memang butuh asupan kalori yang lebih banyak, akan tetapi tidak berarti harus serba dua porsi. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menaikkan berat badan saat masa kehamilan;

  • Makan dengan porsi sedikit namun sering. Misalnya, Anda dapat mengisi perut  5 sampai 6 kali dalam sehari.
  • Saat mengonsumsi makanan seperti telur orak-arik, sereal, atau kentang rebus, Anda dapat menambahkan susu bubuk tanpa lemak ke dalamnya.
  • Tambahkan selai kacang saat Abda mengonsumsi buah, roti, atau biskuit.
  • Selalu menyediakan makanan ringan seperti cracker, buah kering, kacang, es krim serta yogurt.
  • Anda juga disarankan untuk menambah mentega atau keju pada makanan yang Anda konsumsi.

Tidak perlu cemas dengan kenaikan berat badan yang melonjak karena hal itu penting untuk kesehatan bayi Anda. Apabila selama hamil pertambahan berat badan Anda kurang,  Anda mungkin bisa melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah atau lahir prematur. Akan tetapi, Anda juga tidak boleh mengalami kenaikan berat badan ibu hamil secara berlebihan. Kondisi ini dapat  meningkatkan risiko bayi Anda mengalami gangguan kesehatan dan mengalami obesitas di masa kanak-kanak. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *