Kedawung Tanaman Limbah,Yang Dapat Membunuh Bakteri

By | August 27, 2017

Kedawung Tanaman Limbah,Yang Dapat Membunuh Bakteri

Kedawung adalah tumbuhan penghasil metabolic sekunder yang bermanfaat jadi obat tumbuhan ini menyebar dengan luas di lokasi Afrika. Kulitnya memiliki kandungan zat yang bisa dipakai untuk menyembuhkan sakit kulit sedang bijinya memiliki kandungan zat bermanfaat yang bisa dipakai untuk menyembuhkan sakit perut serta karminatif. Kedawung telah makin terancam keberadaannya karna belumlah ada usaha pembudidayaannya. Disamping itu pengambilan kulit serta biji kedawung dari alam untuk bahan baku obat serta jamu masih tetap selalu berjalan. Biji kedawung termasuk juga sepuluh besar bahan yang paling banyak dipakai dalam pembuatan jamu di Indonesia.Toko Herbal Karawang

Biji kedawung seringkali dipakai untk menyembuhkan kolik (kejang usus), kejang waktu haid, penyakit malaria, serta penguat lambung. Kulit batang serta kulit akar kedawung dapat bertindak jadi antimikroba. Biji yang telah di fermenyasi dengan Lactobacillius bisa hasilkan bakteriosin yang bisa menghalangi perkembangan bakteri pathogen seperti E. coli, V. cholerae, S. typimurium, S. aureus.

Daun, biji, serta kulit batang kedawung memiliki kandungan saponin, glikosida, flavonoid, dammar, hidrat arang, tannin, garam alkali, asam amino berdulfur non protein, asam jengkolat, N-asetil asam jengkolat serta gtutalil L-sistein, lektin (proten mengikat gula), stigmasterol, serta iriodi-iriodil glikosida.

Jadi obat tradisionil kedawung bisa digunakan lewat cara seperti berikut :

Di buat dikeringkan untuk diserbuk

Di rebus untuk diminum

Faedah serta manfaat kedawung :

Biji kedawung bermanfaat jadi obat perut kembung, obat kolera, serta radang usus. Untuk daunnya bermanfaat jadi obat batuk.

Dampak farmakologi kedawung :

Tannin yang terdapat dalam kedawung memiliki kesibukan antimikroba (kulit batang serta kulit akar).
Zat aktif yang lain dapat menyembuhkan kejang

Riset yang sudah dikerjakan pada manfaat serta faedah kedawung :

Ervizal dan lain-lain dari Tehnologi pangan serta gizi – IPB lakukan penenlitian pada kesibukan bakteri pathogen. Serta akhirnya kulit batang kedawung dengan konsentrasi 10. 70 mg/ml dapat menghalangi perkembangan V. cholerae serta S. aureus. ekstrak kulit kedawung konsentrasi 21. 40 mg/ml berbentuk bakteriostatik serta tunjukkan penghalangan paling besar pada perkembangan bakteri itu pada saat kontak 24 jam.
Linda Santi dari fakultas Farmasi – Kampus Surabaya lakukan penilaian pada dampak infuse biji kedawung (Parkia roxburghii) pada tonus usus marmot terisolasi. Infus biji kedawung sebesar 40 persen diberi ke hewan cobaa serta memakai bahan pembanding kelompok α bloker serta β bloker, akhirnya yaitu infuse biji kedawung mengakibatkan turunnya tonus serta peristaltic usu. Disuga kedawung bekerja jadi α serta β reseptor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *